I. Jenis Inti dan Fitur Konveyor Sekrup
Konveyor sekrup mendorong material melalui putaran bilah spiral. Berdasarkan struktur dan fungsinya, dapat dibagi menjadi tujuh kategori berikut:
1. Konveyor Sekrup Horisontal
- Jenis yang paling umum, dengan sudut pengangkutan kurang dari 20 derajat , cocok untuk material granular/bubuk (seperti semen dan butiran).
- Keuntungan: Struktur sederhana dan perawatan rendah.
- Keterbatasan: Jarak pengangkutan biasanya kurang dari atau sama dengan 40 meter (menurut Buku Panduan Teknik Mesin).
2. Konveyor Sekrup Vertikal
- Sudut penyampaian 90 derajat, dengan ketinggian pengangkatan hingga 15 meter (menurut ISO 1050).
- Aplikasi: Pemrosesan biji-bijian dan pengangkutan bahan mentah kimia secara vertikal.
- Parameter Utama: Kecepatan harus lebih besar dari 200 rpm untuk memastikan gaya sentrifugal yang cukup.
3. Konveyor Sekrup Tanpa Poros
- Menghilangkan poros tengah, mencegah belitan, dan cocok untuk bahan kental (lumpur, sisa makanan).
- Studi Kasus Industri: 80% pabrik pengolahan limbah menggunakan peralatan jenis ini (Laporan Asosiasi Industri Perlindungan Lingkungan Tiongkok 2023).
4. Konveyor Sekrup Fleksibel
- Spiral dapat melengkung ke berbagai arah, beradaptasi dengan tata ruang yang kompleks.
- Aplikasi Khas: Pengangkutan beton di lokasi konstruksi.

II. Jenis Derivatif Fungsi Khusus
5. Konveyor Sekrup Kembar
- Heliks kembar paralel meningkatkan kapasitas pengangkutan sebesar 50%-100%, cocok untuk jalur produksi bervolume tinggi (seperti produksi pupuk).
6. Konveyor Tabung Spiral
- Desain pipa yang tertutup sepenuhnya mencegah kebocoran debu dan mematuhi standar farmasi GMP.
7. Konveyor Sekrup Diameter Variabel
- Bilah spiral memiliki diameter yang berubah secara bertahap, mencapai kompresi atau pencampuran material, sering kali digunakan dalam pemrosesan umpan.
AKU AKU AKU. Data Pemilihan Kunci
- Perbandingan Kapasitas:
- Horisontal: 5-100 m³/jam
- Vertikal: 10-60 m³/jam
- Tanpa poros: 20-300 m³/jam (Sumber Data: Panduan Teknis Peralatan Konveyor SCHNEIDER Jerman)
- Pencocokan Daya: Pengangkutan horizontal memerlukan daya motor sekitar 1,5-3 kW per 10 meter. Pengangkutan vertikal memerlukan tambahan redundansi sebesar 30%.

